Entry: Pekan Keselamatan Jalan Se-Dunia di DIY Tuesday, April 24, 2007



30 Ribu Jiwa Setiap Tahun Tewas di Jalan

YOGYA (KR) - Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan, masalah transportasi jalan sudah berkembang menjadi masalah sosial masyarakat, karena begitu banyak nyawa melayang menjadi korban kecelakaan lalu lintas. Di Indonesia menurut Asia Development Bank korban kecelakaan ini mencapai 30.000/ tahun atau 27 orang/hari meninggal di jalan.

Demikian dikemukakan Gubernur DIY yang diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Propinsi DIY Ir Triherdjun MSc ketika membuka pencanangan Pekan Keselamatan Transportasi Jalan se Dunia (PKTJD) Propinsi DIY di halaman Balairung UGM Bulaksumur, Senin (23/4). PKTJD ini akan berlangsung selama 5 hari, 23-27 April 2007 dengan berbagai kegiatan.

Menurut Gubernur DIY, faktor utama banyaknya korban kecelakaan lalulintas jalan ini manusia mencapai 80-90 persen, sehingga sangat berdampak terhadap peningkatan kemiskinan. Akibat kecelakaan yang menelan korban puluhan ribu ini meningkatkan angka kemiskinan dengan kerugian Rp 41 triliun setiap tahun. Untuk itu perlu kesadaran berlalu lintas sejak dini terutama dari kalangan remaja.

Sebelumnya, digelar kegiatan bersepeda mengikuti lajur sepeda di Jaringan Sepeda Hijau Kampus, antara lain UGM, UNY, UII, UAD dan UAJY, diikuti komunitas sepeda Yogyakarta antara lain Podjok, JSC, Komunitas Sepeda Kedaulatan Rakyat, kelompok sepeda yang lain dan Polygon.

“Komunitas Sepeda KR mendukung Pekan Keselamatan Transportasi Jalan se Dunia ini. Dengan bersepeda ke kantor barangkali mengurangi polusi di jalanan “ ujar Budi Setyawan.

Di Jakarta, Presiden SBY mengingatkan angka kematian akibat kecelakaan lalulintas, membuat prihatin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan penanganan secara menyeluruh.

“ Saya sangat prihatin karena angka kematian akibat kecelakaan justru lebih tinggi dari kematian prajurit saat melakukan operasi militer,” kata SBY di TMII, Jakarta, Senin (23/4) seusai meresmikan Pekan Keselamatan Transportasi Pada kesempatan itu, Kepala Negara juga mencanangkan sosialisasi penggunaan helm bagi anak-anak Sekolah Dasar (SD) yang ditandai dengan pemberian helm kepada dua siswa SD.

Di depan sekitar 800 siswa SD dari seluruh wilayah Jakarta, Presiden mengatakan angka kecelakaan lalu lintas di Indonesia justru lebih tinggi dibandingkan dengan kematian prajurit saat melakukan operasi militer.

Presiden menegaskan korban kecelakaan lalu lintas juga didominasi oleh warga usia produktif yang tentunya merupakan bagian dari kepala keluarga yang menjadi tulang punggung keluarga.

Dengan demikian, secara tidak langsung kecelakaan lalu lintas bisa mempengaruhi kegiatan ekonomi, katanya.

Presiden juga melakukan uji-coba “test-drive” statis terhadap kendaraan mobil dan sepeda motor yang disediakan oleh Yamaha Indonesia. Alat uji coba itu dimaksudkan untuk calon konsumen yang membeli kendaraan bermotor untuk terlebih dahulu mencoba fitur kendaraan sebelum melakukan pembelian. (Asp/Mgn/Sim)-b

Kedaulatan Rakyat - Selasa, 24 April 2007

   0 comments

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments