YOGYA (KR) - Krisis nyawa akibat kecelakaan di jalan semakin menakjubkan. Di dunia setiap tahun lebih dari 1,5 juta orang meninggal dan 20 juta luka-luka. Krisis itu diperkirakan akan terus berlanjut dan meningkat seiring dengan peningkatan kendaraan bermotor, terutama di negara-negara berkembang. Pemuda merupakan kelompok yang paling rentan mengalami risiko kematian, luka parah dan cacat seumur hidup akibat kecelakaan.
Demikian dikemukakan Ketua Pusat Studi Transportasi dan Logistik (Pustral) UGM Dr Heru Sutomo, Sabtu (21/4) dalam rangkaian pekan keselamatan jalan. Selama sepekan, 23-27 April akan digelar berbagai keiatan yang didukung Jaringan Sepeda Kampus (UGM, UAJ, USD, UNY, UII), klub-klub sepeda Yogyakarta, Mitra Selamat di Jalan (MSJ), Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI), LSM dan kalangan pers.
Fokus utama pekan keselamatan jalan se dunia ini pemuda sebagai pengguna jalan dan akan diselenggarakan serentak di seluruh dunia. Pekan keselamatan global ini untuk meningkatkan kesadaran tentang dampak sosial dari kecelakaan lalu lintas, menitik-beratkan pada pemuda pengguna jalan dan rencana aksi yang mempunyai dampak besar terhadap upaya pencegahan kecelakaan lalu lintas.
Menurut Dr Heru Sutomo kegiatan hari pertama dimulai dengan bersepeda ke kantor (bike to work) di lingkungan kampus UGM. Pembukaan dan pencanangan keselamatan jalan global oleh Gubernur DIY, pembagian leaflet kampanye kembali bersepeda di penjuru kota Yogyakarta. Hari yang sama digelar pawai para siswa TK se Kota Yogyakarta dengan atribut dan slogan tentang kesadaran keselamatan di jalan.
Hari kedua, ceramah bertema ‘Pendidikan Keselamatan Jalan Sejak Dini’ untuk para guru dan pelajar DIY yang rencananya difokuskan di Aula Dinas Perhubungan (Dinhub) Propinsi DIY. Hari ketiga talkshow di radio dengan tema ‘Penggunaan Helm Anak dan Penegakan Hukum Lalulintas dalam Rangka Meningkatkan Keselamatan Jalan’. Hari keempat seminar di Wisma Magister Manajemen (MM) UGM dengan tema ‘Keselamatan Jalan Menjadi Tanggungjawab Bersama’.
Seminar dilaksanakan dua sesi dengan topik ‘Budaya Berkeselamatan: Bukan Saatnya Bertoleransi’ dan ‘Waktu Tanggap (Respons Time) dalam Penanganan Kedaruratan Korban Kecelakaan Jalan’. Pada hari kelima, peresmian zona selamat sekolah (ZOSS) di SD Kanisius Sleman, simulasi Cara Menyeberang Jalan Supaya Aman (Camejasa) oleh siswa TK, pemberian helm anak. Acara penutup ini akan dihadiri Dirjen Hubdar, Gubernur DIY, Bupati Sleman.
(Asp/M-1)-d.
Kedaulatan Rakyat - Minggu, 22 April 2007