Dengan tambahan dua sepeda hijau pinjaman dari Gelanggang Mahasiswa UGM, kami melewati ruas jalan antar kampus yang saat ini telah memiliki jalur sepeda. Berikut ini jalur yang disurvei hari Minggu kemarin:
Gelanggang Mahasiswa UGM –> Bundaran UGM –> Jl. Terban –> Perempatan Pom Bensin Sagan –> Jl. Colombo (UNY) –> Jl. Gejayan –> Deresan –> Kompleks Penerbit Kanisius –> Selokan Mataram (utara Fakultas Peternakan UGM) –> Kawasan Lembah UGM –> Boulevard UGM –> Kompleks Kopma UGM –> Perumahan dosen UGm (Sekip) –> Kawasan Blimbing Sari –> Perumahan dosen UGM (Sekip) –> Jl. Kaliurang –> Gedung Rektorat UGM –> Fakultas Kehutanan UGM.
Taman terbuka di kompleks Fakultas Kehutanan UGM menjadi lokasi
istirahat dan review hasil survei. Di bawah kesejukan pohon-pohon yang
rindang serta suasana kampus yang sepi, kami mendiskusikan berbagai hal
yang berhubungan dengan kegiatan bersepeda, terutama yang kita temui
pada saat survei. Berikut ini beberapa hal yang sempat kami diskusikan:
1. Jalur sepeda
Fenomena ini telah sering dibahas dalam beberapa pertemuan sebelumnya.
Secara umum, di Yogyakarta terdapat dua jenis jalur sepeda. Pertama,
jalur sepeda (sebenarnya merupakan jalur lambat) permanen yang dipisah
dengan pembatas jalan, seperti jalur di sepanjang Jl. Mangkubumi - Jl.
A. Yani (Malioboro) dan jalur di sepanjang Boulevard UGM. Kedua, jalur
sepeda antar kampus yang dibuat dengan menggunakan cat. Kami kembali
mendiskusikan karakteristik dua jalur ini, sekaligus pendapat pro dan
kontra mengenai keberadaan jalur-jalur tersebut.
Sebagai kesimpulan, proyek Peta Hijau Sahabat Sepeda ini tidak akan bersusah payah menuntut keberadaan jalur sepeda. Proyek ini, sesuai dengan semangat awalnya, lebih bertujuan untuk bagaimana agar masyarakat kembali bersedia memakai alat transportasi sepeda. Satu point tersebut jika bisa terwujud maka sudah merupakan pencapaian besar bagi warga Yogyakarta yang dahulu dikenal sebagai masyarakat kota sepeda.
2. Parkir
Masalah parkir juga kita bahas sebagai rangkaian dari pembahasan
mengenai jalur sepeda. Bagaimana pun, masalah parkir di Yogyakarta
belum teratasi dengan baik. Dalam pada itu, tiba-tiba muncul jalur
sepeda. Yang terjadi, jalur sepeda pun tampak digunakan untuk parkir.
Beberapa pihak kemudian merasa hal ini adalah tindakan yang tidak
menghormati pemakai sepeda. Padahal, beberapa jalur sepeda baru muncul
kemudian, jauh setelah area-area pinggir jalan itu digunakan sebagai
lokasi parkir kendaraan bermotor.
Sama halnya dengan pembahasan mengenai jalur sepeda di atas, masalah parkir ini tidak menjadi tujuan advokasi proyek ini. Masalah jalur sepeda dan parkir akan lebih tepat dibahas dalam konteks penataan sistem transportasi publik kota secara menyeluruh. Terlebih lagi dalam hal advokasi kebijakan. Namun begitu, kami tetap akan mencoba mengumpulkan opini-opini dan rekomendasi publik mengenai dua isu tersebut.
3. Jalur/Kawasan yang tidak direkomendasikan untuk sebagai jalur bersepeda (jalur berbahaya)
Meliputi:
- Bundaran UGM (tempat mangkal bus perkotaan, banyak PKL)
- perempatan pom bensin Sagan (ramai, bus kota kecepatan tinggi yang akan menuju Kampus UGM)
- persimpangan Jl. Terban dan jalan menuju Masjid Kampus UGM (ramai
oleh kendaraan yang akan memotong jalan dari dan menuju Kompelks
Perumahan dosen dan Masjid Kampus UGM)
- Jl. Colombo (sepanjang Kompleks UNY); penuh PKL dan parkir
- sepanjang Jl. Gejayan (jalan raya kecepatan tinggi, panas, banyak parkir)
- Kompleks Penerbit Kanisius ke selatan (ke Selokan Mataram) pada hari kerja
- Jl. sepanjang Selokan Mataram sisi bawah (panas, ramai)
- Kawasan Lembah UGM pada hari kerja (walaupun teduh, tetapi ramai, termasuk jalur bus perkotaan kecepatan tinggi)
- Jl. Kaliurang (jalur kecepatan tinggi, jalur bus perkotaan, malam
hari lebih berbahaya: jalur kecepatan tinggi, gelap, trotoar penuh PKL,
bahu jalan penuh parkir kendaraan)
- Kopma UGM, BNI, Bank Mandiri, Jl. Kaliurang (titik penyeberangan
kendaraan bermotor Kampus UGM di Jl. Kaliurang, awas bus kota kecepatan
tinggi!)
- Perempatan Mirota Kampus (neraka jalanan bagi pengendara sepeda,
sering terjadi kecelakaan, jalur bus kota kecepatan tinggi –> pernah
ada bus kota masuk warung di lokasi ini :p)
4. Jalur yang direkomendasikan bagi pengendara sepeda (jalur asyik yang bisa digunakan sebagai jalur alternatif :> )
- Kompleks Deresan (terutama pada hari libur)
- Jalan sepanjang Selokan Mataram sisi atas (utara)
- Jalan baru di belakang Lembah UGM (via Fakultas Teknik UGM, belakang Stadion UGM) — sepi, walaupun banyak polisi tidur
- Kompleks perumahan dosen UGM (Sekip, Bulaksumur)
- Boulevard UGM
- Kawasan Kampus UGM (saran: buka area kampus bagi pengendara sepeda,
hindari pemasangan portal yang mempersulit pengendara sepeda masuk)
5. Atraksi sepanjang jalan (apa saja yang bisa kita lihat dan kita alami di sepanjang jalur ini)
- “window shopping” PKL UNY (di sepanjang Jl. Colombo; walaupun hal ini
berbahaya bagi pengendara sepeda karena bahu jalan penuh parkir
kendaraan bermotor)
- pedagang buah Jl. Colombo (asyik juga utk istirahat)
- deretan mural Jl. Gejayan (kompleks UNY)
- Penerbit Kanisius (showroom buku full AC, parkir rindang)
- Warung Pecel SGPC (Selokan Mataram, utara Fakultas Peternakan UGM)
- PKL Lembah UGM (selatan Fakultas Peternakan UGM, jalan menuju stadion UGM)
- Kawasan Lembah UGM dan stadion
- Pasar Minggu UGM (beberapa komunitas bersepeda di Yogyakarta memanfaatkannya sebagai ajang berkumpul)
- Boulevard UGM (ada jalur sepeda, PKL, bisa lihat kegiatan-kegiatan Unit Kegiatan Mahasiswa yang berlatih di boulevard)
- Kompleks Graha Sabha Pramana (GSP UGM)
- Area pacaran terbuka pada malam hari di sekitar boulevard UGM, selatan Fakultas Ilmu Budaya, GSP (awas Satpam Kampus! :P)
- Gelanggang Mahasiswa UGM (toilet, parkir sepeda dengan rak: depan
Unit Fotografi UGM, depan Mapagama UGM, tempat pinjam sepeda hijau)
- Rektorat UGM (parkir, hotspot, tempat peminjaman sepeda hijau)
- Masjid Kampus UGM (parkir, istirahat, toilet, showroom buku agama)
6. Apa itu “Parkir Ramah Sepeda”? Yang mana, ya…
- parkir dengan pelayanan khusus bagi pengguna sepeda + rak sepeda
- parkir dengan pelayanan khusus bagi pengguna sepeda, tanpa rak sepeda, tetapi dipisahkan dari kendaraan lain (ruang khusus)
- parkir campur dengan kendaraan lain
Selepas tengah hari, tim survei pun sepakat berpisah untuk kembali
berkumpul melakukan survei kembali minggu depan. Namun, ternyata ngga
ada yang mau pulang dan akhirnya kita lanjutkan dengan makan bareng di
Kompleks Stadion Kridosono. Yummy…
Ok, survei selanjutnya akan dilakukan pada hari Sabtu, 24 Maret 2007 untuk kawasan Yogyakarta selatan. Titik berkumpul di trotoar depan Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta pk 08.00 WIB. Siapa berminat ikut?
Kembali Bersepeda, Kembali Hijaukan Hidup Kita
Salam,
* Tim Survei:
Elanto Wijoyono, Anang Saptoto, Prihatmoko (Moki), Azzah, Tulus Wicaksono, Tiwi, Hani, Weda (Unhas Makassar)


